Semua puji untuk Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat dan salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga dan beberapa teman dekat serta pengikut yang istiqamah menuruti baginda sampai ke hari kiamat.

Teman dekat yang dirahmati Allah,

Amal Jariah yaitu sebutan untuk amalan yang selalu mengalir pahalanya, walaupun juga orang yang lakukan amalan itu telah wafat dunia. Amalan itu selalu hasilkan pahala yang selalu mengalir padanya.

Hadis mengenai amal jariah yang popular dari Abu Hurairah menjelaskan bahawa Rasulullah SAW bersabda, ” Jika anak Adam (manusia) wafat dunia, jadi terputuslah semuanya (pahala) amal tindakannya terkecuali tiga jenis perbuatan, iaitu sedekah jariah, pengetahuan yang berguna, serta anak soleh yang mendoakannya ” (Hadis Kisah Muslim).

Terkecuali dari ke-3 type perbuatan diatas, ada sekali lagi sebagian jenis perbuatan yang termasuk dalam amal jariah.

Dalam kisah beda, Rasulullah SAW bersabda tujuannya, ” Sebenarnya di antara amal kebaikan yang menghadirkan pahala sesudah orang yang mengerjakannya wafat dunia adalah pengetahuan yang disebarluaskannya, anak soleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibina, tempat tinggal yang dibina untuk penginapan orang yang tengah dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kebutuhan orang ramai, serta harta yang disedekahkannya ” (Hadis Riwaya Ibnu Majah).

uraiannya :

Didalam hadis ini dimaksud tujuh jenis amal yang termasuk amal jariah seperti berikut.

1. Pengetahuan yang di sebarluaskan :

Menebarluaskan ilmu dan pengetahuan yang berguna, baik lewat pendidikan resmi (seperti sekolah, universiti, kolej serta institusi) serta pendidikan tidak resmi seperti pembicaraan ilmiah, tazkirah di masjid-masjid, ceramah umum, pelatihan motivasi, program dakwah serta tarbiah dsb. Termasuk juga dalam kelompok ini yaitu menulis buku-buku yang bermanfaat, menulis kitab-kitab agama serta menebarkan beberapa bahan pendidikan Islam lewat artikal-artikal tazkira samaada di facebook atau situs (blog).

2. Anak soleh yang ditinggalkan :

Mendidik anak jadi anak yang soleh. Anak yang soleh juga akan senantiasa melakukan perbuatan kebaikan didunia. Berdasarkan penjelasan hadis ini, kebaikan yang diperbuat oleh anak soleh pahalanya hingga pada orangtua yang mendidiknya yang sudah wafat dunia tanpa ada mengurangkan nilai atau pahala yang di terima oleh anak-anak barusan. sedekah online Doa anak yang soleh pada orang tuanya mustajab di bagian Allah SWT.

3. Mushaf (kitab-kitab agama) yang diwariskannya :

Mewariskan kitab suci al-Quran, kitab tafsir al-Quran, mushaf (buku agama) pada beberapa orang yang bisa memakainya untuk kebaikan diri serta orang-orangnya. Samaada untuk pakar keluarga di rumah, untuk sekolah-sekolah agama serta maahad tahfiz serta untuk perpustakaan pemula. Pada saat kitab-kitab itu dipakai jadi bahan bacaan serta referensi jadi orang yang mewakafkan juga akan memperoleh pahala yang berterusan.

4. Masjid yang dibina :

Membuat masjid. Perkara ini sesuai dengan sabda Nabi SAW yang punya maksud, ” Barangsiapa yang membangunkan satu masjid kerana Allah walaupun sekecil apapun, jadi Allah juga akan membangunkan untuk dia satu tempat tinggal di syurga ” (Hadis Kisah Bukhari serta Muslim).
Orang yang membina masjid itu juga akan terima pahala seperti pahala orang yang kerjakan amal beribadah di masjid itu. Termasuk mewakafkan tanah untuk pembinaan masjid.

5. Tempat tinggal yang dibina untuk penginapan orang yang tengah dalam perjalanan :

Membuat tempat tinggal musafir atau pondok untuk beberapa orang yang bermusafir untuk kebaikan yaitu satu amalan begitu di tuntut. Tiap-tiap orang yang memakainya, baik untuk berehat sebentar mahupun untuk menginap serta manfaat beda yang bukanlah untuk maksiat, juga akan mengalirkan pahala pada orang yang membinanya. Termasuk kita membina pondok perhentian bas ditepi-tepi jalan yg tidak di bina oleh kerajaan.

6. Sungai yang dialirkannya untuk kebutuhan orang ramai,

Mengalirkan air dengan baik serta bersih ke beberapa tempat orang yang memerlukannya atau menggali perigi ditempat yang seringkali dilewati atau didiami orang ramai. Sesudah orang yang mengalirkan air itu wafat dunia serta air itu tetaplah mengalir dan terpelihara dari kecemaran serta digunakan orang yang hidup jadi ia memperoleh pahala yang selalu mengalir. Makin ramai orang yang memakainya makin banyak ia terima pahala di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, ” Barangsiapa membina satu telaga lantas diminum oleh jin atau burung yang kehausan, jadi Allah juga akan memberikannya pahala nantinya di hari kiamat. ” (Hadis Riwaya Ibnu Khuzaimah serta Ibnu Majah).

7. Harta yang disedekahkannya :

Menyedekahkan sebahagian harta. Sedekah yang didapatkan dengan ikhlas juga akan menghadirkan pahala yang berlipat-lipat. Terkecuali dari pada harta yang didapatkan jadi sedekah, termasuk mewakafkan tanah untuk pembangunan pendidikan Islam, tempat tinggal anak yatim, maahad tahfiz, tanah perkuburan serta tempat tinggal oarng-orang tua. Pada saat tanah itu dipakai untuk kebaikan jadi pahalanya juga akan berterusan pada pemberi tanah wakaf itu.Nabi SAW bersabda tujuannya : “Sesungguhnya sedekah itu betul-betul bisa memadamkan panas pendam untuk aktornya, sebenarnya orang mukmin nantinya di hari kiamat hanya bernaung dalam naungan sedekahnya. (Hadis Kisah Al-Tabrani)
Sedekah bisa di untuk jadikan pemberi syafaat untuk aktornya. Didalam pendam ia memperoleh kesejukan karena sedekahnya serta terlepas dari panasnya pendam. Demikian juga di hari kiamat, ia juga akan memperoleh naungan dari amal sedekahnya, walau sebenarnya saat itu umumnya manusia ada didalam kepanasan yang tidak ada taranya. Dalam hadis beda di katakan bahawa sedekah itu bisa menampik kemurkaan Allah.
Teman dekat yang dimuliakan,

Apa yang ditegah yaitu sikap bakhil, kecintaan melampau pada nikmat dunia serta kurang sensitif pada kelompok membutuhkan pertolongan. Sikap semisal ‘enau dalam belukar, melepas pucuk masing-masing’ sesungguhnya tak ada dalam kamus Islam.

Tinjaulah bagaimana mereka yang ada dalam grup mukmin yang bergelar hartawan seperti Uthman bin Affan, Abdul Rahman bin Auf mempamerkan nilai diri yang melandasi tuntutan agama. Mereka segera tidak sayang serta kedekut dengan harta yang mereka punyai, demikian sebaliknya merekalah yang keluar jadi penyumbang paling utama pada usaha tingkatkan syiar agama termasuk juga dalam segi menyalurkan bermacam pertolongan pada orang-orang.

Histori dengan terang merekodkan dalam tinta emas kedudukan mereka itu yang demikian berperibadi mulia dalam kerja-kerja menolong kelompok miskin. Berikut sesungguhnya yang Islam kehendaki, iaitu yang kaya menolong mereka yang miskin. Baru berarti serta berguna semua harta dunia yang dipunyai.

Pesanan Allah SWT di bawah ini lumrah kita ingat senantiasa firman-Nya yang punya maksud : “Dan tuntutlah dengan harta kekayaan yang sudah dikurniakan Allah padamu juga akan pahala serta kebahagiaan hari akhirat serta jangan sampai engkau melupakan bahagianmu (kepentingan serta bekalanmu) dari dunia serta melakukan perbuatan baiklah (pada hamba-hamba Allah) seperti Allah melakukan perbuatan baik padamu (dengan pemberian rahmat-Nya yang melimpah-limpah) serta jangan sampai engkau lakukan kerosakan di muka bumi, sebenarnya Allah tidak sukai pada orang yang melakukan perbuatan kerosakan. ” (Surah al-Qasas ayat 77)
Justeru, dari pada apa yang dinyatakan Allah SWT itu jelaslah bahawa kita digalakkan agar berupaya melipat-gandakan usaha mencari kekayaan dunia namun dalam kerangka ahli hidup yang seimbang untuk dunia serta akhirat. Dengan hal tersebut kita sesungguhnya disarankan berupaya gigih peroleh kekayaan dunia supaya bisa mempertingkat kualiti ibadat yang berhubung dengan segera dengan Allah SWT serta sesama manusia. Berikut yang diarahkan pada kita semuanya.
Allah SWT berfirman yang punya maksud, “Orang yang membelanjakan (mendermakan) hartanya pada saat malam serta siang, lewat cara susah atau berterang-terangan, jadi mereka mendapatkan pahala di bagian Tuhan mereka serta tidak ada kebimbangan (dari pada berlakunya peristiwa yg tidak baik) pada mereka, serta mereka juga akan tidak berdukacita. ” (Surah al-Baqarah ayat 274).
Menyentuh firman Allah ini, Imam al-Khazin dalam tafsirnya memberitahukan kita bahawa : “Dikatakan bahawa ayat ini berlaku umum untuk tiap-tiap orang yang membelanjakan harta mereka pada setiap saat serta rata untuk semuanya kelompok, baik yang ada dalam kesusahan penuhi kepentingan, serta mereka yang memohon-minta dan hidup dalam kemelaratan. ”

Teman dekat yang dicintai,

Rasulullah SAW selama hayat baginda begitu melihat tinggi sikap dermawan yg tidak bakhil dengan menyumbangkan hartanya ke jalan kebaikan. Dengan fakta yang berupa satu motivasi buat umatnya, baginda berpesan pada kita : “Tangan yang diatas tambah baik dari pada tangan yang dibawah, serta tangan yang diatas sukai berikan serta tangan yang dibawah sukai memohon. ” (Hadis kisah Bukhari, Muslim serta Abu Daud)
Lanjutkan beramal jariah kerana berikut type amalan yang berterusan umpama air sungai yang mengalir pada mukmin yang mengerjakannya samaada saat mereka masih tetap hidup didunia maupun saat sudah wafat dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *